Cara belajar seseorang dipengaruhi oleh pandangannya mengenai proses belajar itu sendiri. Pertanyaannya adalah dari teori-teori yang telah dijelaskan dalam artikel “Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris” dan Strategi Belajar Bahasa Inggris yang Efektif, teori manakah yang paling efektif bagi Anda?

Untuk mengetahui hasil penerapan masing-masing teori tersebut, berikut ini penulis paparkan beberapa hasil dari pengalaman.

A. Cara Penerapan Belajar dan Mengajar Bahasa Inggris dengan Audiolingual Method

Yaitu pengalaman penulis buku “English Made Easy” yang menerapkan metode ini pada awal tahun 1982 di Barak Penampungan Pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Indonesia. Tujuan program ini adalah membekali pengungsi Vietnam yang akan dikirim ke Amerika dengan pengetahuan bahasa Inggris agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup disana.

Materi yang diajarkan mencakup kegiatan sehari-hari seperti menjawab pertanyaan, berbelanja, pergi ke dokter, mencari dan menyewa rumah, mengisi formulir, dan sebagainya. Setiap pelajaran didasarkan pada dialog yang berisiespresi yang lazim dipakai dalam komunikasi sehari-hari.

Mengingat metode yang dipakai adalah Audiolingual, maka pengajaran difokuskan pada pengembangan kemampuan mendengarkan dan berbicara (Listening and Speaking). Mula-mula murid diminta mendengarkan guru membaca dialog dan kemudian menirukannya bagian per bagian. Setelah mereka hafal, kemudian mereka diberi kesempatan untuk melakukan simulasi (role play) sesuai dengan pola yang telah diberikan.
Dengan cara demikian, baik murid maupun guru dapat merasakan hasilnya dalam waktu relatif singkat. Namun meskipun sejak awal murid sudah dapat mengucapkan kalimat-kalimat bahasa Inggris dengan lancar, tidak berarti mereka telah menguasai bahasa Inggris.

Sebagai contoh, dalam topik “Perkenalan”para murid dapat bertanya dengan lancar maupun menjawab “What’s your name?”‘, dan “My name is….”, tetapi pada waktu mereka akan bertanya nama suami dari guru mereka, mereka mengatakan, “My husband teacher, what’s your name?”, yang seharusnya “What is your husband’s name?”.
Hal ini membuktikan bahwa walaupun nampaknya mereka dapat dengan lancar mengucapkan kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris, tetapi mereka belum menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Kemampuan para pengungsi Vietnam tadi hanya terbatas pada pola-pola kalimat yang telah diajarkan, dan mereka tidak dapat menyusun kalimat-kalimat baru di luar pola yang telah mereka miliki. Untuk itu, diperlukan pengetahuan dasar tentang tata bahasa (grammar) yang memadai.
Inti masalahnya dalam kasus ini adalah, dalam metode “Audiolingual tata bahasa” tidak pernah diajarkan secara eksplisit.

B. Cara Penerapan Belajar dan Mengajar Bahasa Inggris Melalui Penekanan Grammar

Sejalan dengan pendapat Chomsky bahwa manusia mempunyai kemampuan kognitif untuk mempelajari bahasa, maka metode pengajaran beralih dari sistem meniru dan menghafal ke sistem yang menekankan pentingnya grammar.
Dalam metode ini, guru menjelaskan tentang aturan-aturan tata bahasa, sementara siswa diberi kesempatan untuk aktif memproses informasi yang didapat  membuat formulasi dan kemudian dengan formula yang telah dipahami dapat menciptakan kalimat yang tidak terbatas banyaknya.
Sistem pengajaran ini menghasilkan siswa-siswa yang mampu menjelaskan rumus-rumus pemakaian bahasa dengan baik, serta menyusun kalimat-kalimat yang secara gramatikal benar.

Namun bila mereka dihadapkan pada suatu situasi di mana mereka harus menggunakan bahasa asing atau bahasa Inggris secara lisan, mereka tidak dapat melakukannya dengan lancar. Hal ini disebabkan karena proses berpikir di atas membutuhkan waktu, padahal dalam percakapan lisan seseorang dituntut untuk dapat langsung berbicara tanpa harus memikirkan bagaimana cara menyusun kalimat.
Yang lebih sulit lagi adalah pada kenyataannya, tidak semua kalimat yang secara gramatikal benar dapat digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara tepat.

Newman memberikan contoh kasus di mana ada seeorang yang ingin minta api untuk menyalakan rokok, tapi tidak dapat menggunakan kalimat-kalimat berikut ini, meskipun secara gramatikal benar:
• Do you have fire?
• Are you a match’s owner?
• Have you got illumination?
Contoh ekspresi yang tepat untuk “minta api” adalah:
• Have you got a light?
• Got a match?

Sama halnya dengan pengalaman penulis bersama beberapa siswa saat makan siang bersama. Bila ada yang akan meninggalkan meja terlebih dahulu, mereka sering mengatakan: “May I go first?” yang merupakan terjemahan langsung dari bahasa Indonesia “Saya permisi duluan”. Padahal seharusnya mereka cukup mengatakan, “Please, excuse me”.

C. Cara Penerapan Belajar dan Mengajar Bahasa Inggris Melalui Penyerapan Bahasa Secara Alami (The Natural Approach)

Pendapat Krashen yang mengatakan bahwa seseorang dapat menyerap bahasa secara alami, secara tidak langsung menggeser pendapat terdahulu yang menekankan pentingnya “Grammar”. Di samping itu, percobaan Allwright memberikan hasil yang menunjang pendapat Krashen, yaitu semakin sering siswa menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, semakin lancar pula mereka dapat melakukannya.

Namun demikian, perlu diingat bahwa penekanan Krashen pada cara belajar alami dengan memberi contoh pada cara anak kecil menyerap bahasa, sulit untuk diterapkan pada orang dewasa. Proses acquisition merupakan proses yang memakan waktu lama dan tidak dimiliki oleh kebanyakan orang dewasa. Selain itu, cara orang dewasa mempelajari bahasa berbeda dari cara seorang anak kecil.

Kesimpulan Cara Penerapan Belajar dan Mengajar Bahasa Inggris

Dari ulasan beberapa teori belajar diatas, dapat dilihat bahwa masing-masing teori memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, dalam penerapannya pada proses belajar mengajar yang baik, maka perlu digunakan pendekatan eclectic, yaitu menggunakan semua teori dengan mengambil kelebihan dari masing-masing teori.
Sebagai contoh, untuk belajar pengucapan (pronunciation) dapat dipilih pendekatan behaviorisme yang menekankan perlunya meniru dan mengulang, untuk belajar tata bahasa (grammar) dengan pendekatan kognitif dan untuk memperlancar kemampuan bicara dengan pendekatan acquisition.

Cara Penerapan Belajar dan Mengajar Bahasa Inggris

 

Download Inovasi Belajar Mudah, Cepat, dan Praktis Menguasai Materi Tes dan Ilmu Pengetahuan

Tes TOEFL, Ujian Nasional, Tes CPNS, SBMPTN, CAT CPNS

Summary
Date
Item
Cara Penerapan Belajar dan Mengajar Bahasa Inggris
Rating
5
FacebookTwitterGoogle+PinterestLinkedInBlogger PostBagi ilmu ke teman..